Mulai dari efisiensi biaya, pengurangan jam kerja, pengurangan karyawan ataupun tenaga kerja menjadi pilihan bebarapa perusahaan. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menekankan bahwa perusahaan adalah rumah ke-2 yang mengakibatkan karyawan harus berlama-lama di tempat kerja bahkan tanpa perhitungan lembur ataupun insentif sama sekali demi mendongkrak omzet perusahaan semata. Bahkan di era serba terbuka saat ini tak sedikit perusahaan yang tanpa enggan menerbitkan isu isu negatif mengenai keadaan perusahaan yang makin terjepit, sehingga tanpa pandang bulu pria ataupun wanita harus bekerja semaksimal mungkin demi "menyelamatkan" perusahaan dengan ikhlas tanpa tunjangan kesejahteraan apapun, walhasil turnover meningkat drastis. "Eliminasi alam" mejadi istilah keren di beberapa perusahaan, tak ada lagi penghargaan untuk karyawan yang banyak berjasa dan sudah lama menjadi bagian dari kesuksesan perusahaan pada masa jayanya.
Lalu bagaimana dengan karyawan biasa yang tidak mempunyai power sama sekali?, supervisor, manajer bahkan pejabat yang tingkatan yang lebih tingggi pun banyak yang menjadi korban eliminasi ini.
Dengan dalih banyaknya pengangguran menyebabkan banyaknya perusahaan yang tidak sama sekali merasa kehilangan staf / karyawan terbaiknya, perusahaan tidak lagi perduli akan jasa-jasa mereka, ... toh pengangguran diluaran sana masih banyak..., itu dalih yang ada saat ini.
Ini memang sudah ada dari zaman dahulu kala? , iya memang mungkin sudah ada dari zaman dahulu, tapi seiring dengan kemajuan zaman cara yang diterpkan pun semakin maju dan canggih
Tidak percaya? masa iya seperti itu adanya? , memang kenyataan itu yang ada , dan saya pun mengalaminya
Lalu apa pointnya ?
Mungkin sudah saatnya kita putar haluan?
Ragu ? takut ? putar haluan seperti apa?
Tak perlu ragu ataupun takut, mulai saat ini jika anda belum siap perbanyaklah relasi, buka hubungan baik dengan siapapun yang mempunyai jalan positif, sambil anda bekerja dan memikirkan kondisi kehidupan anda saat ini.
Saatnya beralih ke Financial Freedom, tapi sebelumnya saya mau perjelas yang saya maksud dengan finacial freedom versi saya, agar khayalan anda tidak terlalu tinggi dulu. Pengertian Financial Freedom versi saya adalah kebebasan mencari nafkah tanpa peraturan ataupun tekanan dari siapapun, dengan catatan harus halal. Tidak harus kaya, mungkin lebih sedikit dari gaji anda saat ini, tapi tetap bisa menjadi nafkah yang menenagkan. Sedikit kok menenangkan? , sabar... bukankah rezeki itu di tangan Allah ? , jika anda beriman tentunya meyakini ini! . Yakinlah dengan ikhtiar dan doa akan terbuka jalan yang lebih baik, berkah itu bukanlah karena banyaknya harta, tapi karena rasa syukur dan penerapan rasa syukur itu sendiri bukan sekedar ucapan Alhamdulillah tapi berbagi kepada yang berhak.
Masih bingung pointnya apa?
Mulailah atur rencana untuk berwirausaha, banyak pilihan yang mana bisa kita jalani bila kita mau, dari modal seadanya atau dengan modal tabungan anda selama ini.
Usaha apa?
Banyak kok, tantunya berdagang / berniaga seperti suri tauladan kita semua Rasulullah Muhammad SAW.
Beliau adalah pebisnis tersukses sepanjang zaman bahkan sampai akhirat.
Berikut adalah kunci sukses beliau:
Jujur Dalam Berbisnis
Kejujuran adalah kunci dalam berbisnis. Inilah salah satu metode yang diterapkan oleh rasul. Bahkan saking jujurnya, ia mendapatkan gelar Al-Amin yang berarti terpercaya. Rasulullah awalnya mendapatkan barang dagangan dari seorang saudagar kaya bernama Khadijah yang kemudian membuatnya terpikat lalu menjadikannya seorang istri.Kejujuran menjadi sebuah branding tersendiri pada dagangan beliau. Orang-orang lebih memilih untuk membeli kepadanya karena merasa aman tidak akan ditipu. Ini karena beliau selalu menjelaskan apa adanya tentang apa yang ia jual kepada pelanggannya.
Menghormati Pelanggan
Rasulullah memperlakukan pelanggannya layaknya seorang saudara yang harus dibantu. Bagi beliau, bisnis adalah sebuah kegiatan dimana kita akan membantu seseorang dalam memecahkan masalahnya. Itulah inti bisnis yang sesungguhnya. Oleh karena itu beliau sangat hormat dan santun kepada pelanggannya layaknya saudara. Seperti salah satu sabda beliau:Sayangilah saudaramu layaknya menyayangi dirimu sendiri.
Menepati Janji
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janjimu (QS Al-maidah:1)Seperti yang kita tahu, dalam melayani pelanggan kita harus menepati janji. Misalnya memenuhi deadline sesuai dengan yang sebelumnya telah disepakati. Ini akan menjadi nilai plus tersendiri bagi bisnis kita. Inilah salah satu yang di terapkan rasulullah SAW.
Baginya, menepati sebuah janji adalah sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Bahkan bukan hanya menepati janji, beliau juga melakukan tugasnya dengan integritas yang tinggi sehingga membuat pelanggannya sangat puas.
Hanya Menjual Produk Yang Berkualitas
Rasulullah hanya menjual produk yang berkualitas saja. Beliau tidak pernah menjual produk yang rusak atau tidak layak untuk dijual. Dan ia juga memilah-milah produk yang berkualitas tinggi dan rendah untuk disesuaikan dengan harganya. Namun bukan berarti ia juga menjual produk yang tidak layak untuk dijual.Sekarang pilihan ada di hati anda, jangan ragu, teladani kunci sukses Rasulullah dan jalankan bisnis halal anda mulai dari sekarang